Hanya Berlian



Inspirasi Kehidupan_ Mari saya ceritakan kepadamu tentang kekayaan sejati.

Suatu hari, dua orang tukang perhiasan yang sombong sedang berada di jalanan, berdebat tentang siapa yang memiliki berlian yang paling besar dan indah.

“Aku memiliki berlian terbesar!” teriak pria yang satu. Pria yang lain berkata, “Well, Aku memiliki berlian terindah!” Suara mereka sangat keras dan penuh kemarahan.

Seorang pria ketiga menghampiri mereka dan tersenyum, “Nama saya Ibrahim Matta Zakariya Yunus Al-Yasa Efraim Dawud bin Tariq bin Khalid Al-Fulan.”

“Apa?” tanya kedua tukang perhiasan itu.

“Panggil saja saya Ibrahim. Jika itu masih terlalu panjang untukmu, kamu boleh memanggil saya Ib. Saya juga seorang tukang perhiasan. Bolehkah saya menceritakan sesuatu kepada kalian?”

Sebelum mereka bisa menjawab, Ibrahim melanjutkan, “Suatu hari, saya sedang dalam perjalanan menuju sebuah kota lain untuk menjual berlian. Dan saya harus menyeberangi sebuah gurun pasir yang luas. Tapi hari itu, sebuah badai pasir muncul tiba-tiba. Itu adalah badai pasir terbesar dan terganas yang pernah saya saksikan selama hidup saya. Dan saya tersesat di padang gurun. Setelah berhari-hari berkelana, saya sekarat karena kelaparan dan kehausan…”

Oh tidak…” kata para tukang perhiasan itu, “Apa yang kamu lakukan?” Kedua orang itu telah melupakan pertikaian mereka dan sekarang benar-benar tetarik dengan cerita Ibrahim. (Karena itulah salah satu teman saya yang gila menyarankan bahwa ketika para anggota kongres bertengkar dalam kongres, mereka sebaiknya menayangkan sinetron selama sesi istirahat. Menurutnya dengan begitu akan terjadi lebih sedikit pertikaian.)

“Saya duduk di atas pasir, membuang semua harapan,” kata Ib, “tapi tanpa berpikir, saya memeriksa tas saya lagi untuk keseratus kalinya, mencari makanan. Saya membayangkan bahwa mungkin ada remah-remah roti yang jatuh ke dasar tas saya – dan saya bisa menjilati tas saya. Dan ternyata lihatlah, saya menemukan sebuah saku tersembunyi yang tidak saya lihat sebelumnya. Saya membukanya dan saya melihat sebuah kantong hitam! Oh, kamu bisa membayangkan betapa bersemangatnya saya. Mungkin itu adalah roti. Atau kacang, Atau manisan buah! Dan dengan jari-jari yang bergetar, saya membukanya…”

“Apakah itu makanan?” tanya tukang perhiasan yang satu.

“Atau mungkin air?” kata yang satunya lagi.

“Bukan keduanya. Dengan penuh kekhawatiran dan kekecewaan yang mendalam, saya melihat bahwa kantong itu seluruhnya berisi berlian. Hanya berlian!”


Teman, ada hal-hal yang lebih penting daripada uang.

Ketika saya menulis ini, ada banyak orang kaya yang sekarat di penghujung hidupnya, dilingkupi dengan milyaran uang mereka, tapi hati mereka lapar akan kasih – dan mereka tidak menemukannya.

Jangan salah mengerti. Uang itu penting. Bagaimana pun juga, kita perlu memberi makan keluarga kita.

Tapi makanan sejati untuk jiwa kita adalah kasih.

Jadi ya, dapatkan uang. Kamu membutuhkannya.

Sebenarnya, jadilah ahli dalam bagaimana cara uang bekerja – supaya kamu memiliki pendapatan pasif yang mengalir ke dalam kehidupanmu – supaya kamu bisa berfokus pada hal-hal yang lebih penting.

  • Jangan pusatkan hidupmu pada uang.
  • Pusatkan hidupmu kepada kasih.
  • Habiskan waktu bersama keluargamu.
  • Berinvestasilah dalam persahabatanmu.
  • Dan berikan hidupmu untuk Tuhan.

Semoga mimpimu menjadi nyata,

Bo Sanchez

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Hanya Berlian"